Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tidak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.

Kamis, 20 Oktober 2016

Manfaat mendaur ulang sampah

Pengertian Daur Ulang
Daur ulang mengacu pada proses pengumpulan bahan bekas yang biasanya dianggap sebagai sampah dan pengolahannya. Dalam proses ini bahan yang digunakan diurutkan dan diproses untuk digunakan sebagai bahan baku dalam memproduksi produk baru. Daur ulang berarti menggunakan unsur - unsur inti dari produk lama sebagai bahan baku untuk memproduksi barang - barang baru. Bahan yang sering diproses pada daur ulang adalah plastik.
Proses Daur Ulang
Proses daur ulang terdiri dari tiga tahap. Pada tahap pertama, produk lama dikumpulkan dan diproses, dimana semua diurutkan dibersihkan dan siap untuk didaur ulang atau pembuatan produk baru. Tahap kedua melibatkan pembuatan produk baru dari bahan baku yang diperoleh dari pengolahan produk lama. Akhirnya, proses berakhir dengan pembelian barang daur ulang oleh konsumen. Semakin banyak orang yang melangkah maju untuk membeli produk daur ulang, semakin tinggi kebehasilan dapat dipastikan. Memembeli produk daur ulang akan meningkat bila setiap individu mengembangkan kesadaran dengan memanfaatkan benda-benda lama mereka dirumah sebagai bahan baku untuk memproduksi barang baru.

Manfaat Barang Baru

-       Menghemat Energi


-       Mengurangi Polusi

-       Menghemat SDA

-       Manfaat Ekonomis

-       Menghemat Ruang

Berikut ini adalah beberapa contoh produk hasil daur ulang sampah :
Kotak bekas DVD atau Disc dapat dijadikan tempat senter atau lampu.


Cara ini tergolong mudah untuk dicoba, dengan beberapa media yang juga mudah untuk didapatkan, seperti Ban bekas, triplek kayu berukuran bulat sesuai bentuk ban, tali tambang goni, lem, dan sebagainya. Cocok untuk teras, cafe, dan beberapa tempat yang digunakan untuk bersantai.

AgnesMO

Agnes Monica adalah Penyanyi sekaligus artis yang nama nya kian naik daun, dan merupakan salah satu penyanyi Indonesia yang sukses Go International. agnes monica dulunya adalah penyanyi cilik yang namanya tenar ditahun 1990an, dan kala itu selain menjadi penyanyi Agnes juga menjadi Host beberapa acara anak-anak. Beranjak dewasa, Agnes mencoba merambah Dunia akting, dan sinetron yang dibintanginya yang berjudul " Pernikahan Dini " sukses menarik hati masyarakat Indonesia. Artis yang bernama lengkap Agnes Monica Muljoto ini, lahir di Jakarta pada tanggal 1 Juli 1986

biodata lengkap AgnesMO



Nama lahir : Agnes Monica Muljoto
Tempat dan tanggal Lahir : 1 Juli 1986 (umur 26) Jakarta, Indonesia
Jenis Musik : Pop, R&B
Pekerjaan : Penyanyi, aktris, penari, presenter, pencipta lagu, produser rekaman, perancang busana
Instrumen : Vokal, piano
Tahun aktif : 1992–sekarang
Perusahaan rekaman : Aquarius Musikindo
Agama : Katolik

Biodata Singkat

Agnes Monica bernama lngkap Agnes Monica Muljoto yang akrab dipanggil Agnes Monica. Ia lahir pada tanggal 1 Juli 1986, tepatnya di Jakarta. Gadis yang saat ini berusia 26 tahun ini dulunya adalah seorang penyanyi yang memulai karirnya pada saat ia berusia enam tahun. Ia memulai karirnya sebagai penyanyi cilik yang menjadi salah satu penyanyi paling terkenal di tahun 1990-an. Selain menyanyi, ia juga pernah menjadi host beberapa acara tv anak-anak.

Dan saat ia beranjak remaja, agnes mencoba peruntungan di dunia acting dengan membintangi salah satu sinetron yang sat itu terkenal berjudul Pernikahan Dini di tahun 2001. Setelah mendapatkan peran di Pernikahan Dini, karir di dunia aktingnya terus menanjak. Namun ia juga tidak lupa dengan hobi menyanyi yang sudah menghantarkan kesuksesannya dengan merilis sebuah album pada tahun 2003 dengan judul And the Story Goes yang mendulang sukse. Kemudian diiringi dengan berbagai macam album sampai sekarang.

Sinetron yang pernah dibintangi Agnes

Lupus Milenia (1999)
Mr Hologram (1999)
Pernikahan Dini (2001)
Amanda (2002)
Ciuman Pertama (2002)
Cinta Selembut Awan (2002)
Cewekku Jutek (2003)
Cantik (2004)
Bunga Perawan (2004)
Ku 'Tlah Jatuh Cinta (2005)
Pink (2006)
Romance In The White House (2006)
The Hospital (2006)
Kawin Muda (2006)
Jelita (2008)
Kawin Masal (2008)
Pejantan Cantik (2010)
Marissa (2011)
Mimo Ketemu Poscha (2012)
3 Peas In A Pod - Special appearance + Theme song Singer (2013)
.

                   Habibie dan Ainun

Setelah 7 tahun tidak pernah bertemu, akhirnya Habibie dan Ainun bertemu kembali. Saat Habibie mengajak Ainun jalan-jalan dengan memberanikan diri Habibie mengungkapkan perasaannya kepada Ainun.
Pada bulan Mei 1962 Habibie dan Ainun menikah. Setelah pernikahannya, Habibie mengajak Ainun ke Jerman. Disanalah mereka memulai kehidupan bersama dengan keseharian Habibie yang begitu padat. Di sana Ainun bekerja sebagai dokter.  Habibie bekerja diperusahaan konstruksi ringan. Dengan ilmu yang beliau dapat, beliau mempunyai kesempatan untuk melakukan percobaan  pada kereta api, yaitu percobaan gerbong kereta api menahan beban sebesar 200 ton. Akhirnya percobaan yang dilakukan Habibie berhasil. Beberapa bulan kemudian, Ainun hamil. Habibie bahagia mengetahui bahwa Ainun hamil. Mereka mempersiapkan nama untuk buah hati mereka. Jikalau pria, Habibie memilih nama “Ilham Akbar” dan jikalau perempuan, Ainun memilih “Nadia Fitri”. Pada tanggal 16 Mei 1963, Ainun melahirkan anak laki-laki dan diberi nama “Ilham Akbar Habibie”. Pada saat Habibie dengan Ainun berdiskusi, Habibie menceritakan kepada Ainun bahwa pada saat Habibie sakit di Jerman, Habibie mempunyai sumpah kepada Indonesia dengan maksud ingin mengandalkan keunggulan sumber daya manusianya. Dengan penuh kebahagiaan, Ainun telah mengandung anak keduanya. Anak kedua mereka lahir di Hamburg dan diberi nama “Thareq Kemal”.
Beberapa tahun di Jerman, akhirnya keluarga Habibie kembali ke tanah air. Di Indonesia Ainun memanfaatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarganya dan teman-temannya. Setelah beberapa bulan di Indonesia keluarga Habibie kembali ke Jerman. Sesampainya di Jerman, Habibie bertemu dengan Dr.Ibnu Sutowo untuk membicarakan persiapan kader pembangunan di Indonesia. Tanpa Ainun dan anak-anaknya,Habibie kembali ke Indonesia untuk mejalankan amanat yaitu membangun Indonesia yang lebih unggul. Habibie yang sudah berada di Indonesia, beliau bertemu dengan Presiden Soeharto. Dalam pertemuannya, Presiden Soeharto menyerahkan semua persiapan untuk membangun Indonesia lebih unggul kepada Habibie. Beberapa bulan di Indonesia, Habibie kembali ke Jerman. Habibie mencerikan hasil pertemuannya dengan Presiden Soeharto kepada Dr.Ludwig Bolkow dan Dr.Ludwig Bolkow merestui Habibie untuk kembali ke Indonesia lagi. Akhirnya Habibie memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Habibie merencanakan program kerja di Indonesia dan bertemu dengan para tokoh nasional Indonesia utnutk menjelaskan langkah pembangunan Indonesia. Bukan Habibie saja yang aktif dalam pembangunan Indonesia, Ainun juga aktif dalam organisasi-organisasi sosial. Baik Habibie maupun Ainun, mereka bekerja keras memperhatikan SDM Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1990 Habibie dan Ainun datang ke kampus Universitas Brawijaya untuk mendirikan ICMI. Dampak dari berdirinya ICMI ini salah satunya adalah manusia Indonesia yang dulunya malu mengaku dirinya bernafaskan islam, sekarang manusia Indonesia berani mengaku dirinya bernafaskan islam. Peran ICMI di masa mendatang tentu saja akan tetap semakin meningkat. ICMI telah dapat membuat pilar demi pilar untuk kepentingan umat dan bangsa ini. Begitu juga harapan dalam perjalanan ICMI ke depan.  
      Habibie mempunyai keinginan untuk membuat pesawat terbang di Indonesia. Akhirnya keinginan Habibie bisa terwujud. Pada tanggal 10 Agustus 1995 peluncuran perdana pesawat N250 berhasil dilaksanakan. Pada tahun 1996 berlangsung Indonesian Airshow, pada acara tersebut pesawat N250 diperkenalkan bagian-bagiannya. Setelah acara 17 Agustus 1996, Ainun bermasalah pada pernafasan dan denyutan jantung. Habibie segera membawa Ainun ke Jerman ke pusat keunggulan operasi Jantung di Bad Oeynhausen. Akhirnya Ainun di rawat di Bad Oeynhausen. Habibie menjadi wakil presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 11 Maret 1998 presiden Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden Rebuplik Indonesia dan digantikan oleh Habibie. Pada masa pemerintahan Habibie banyak masalah yang terjadi. Akhirnya Habibie memutuskan untuk tidak mencalonkan sebagai presiden lagi. Saat Ainun sakit, Ainun melakukan proses penyembuhan selama 10 tahun. Salah satu proses penyembuhannya adalah dengan bertempat tinggal di daerah khatulistiwa untuk menyehatkan paru-paru Ainun dan berlayar dengan kapal laut yang bertujuan untuk mendapatkan udara yang baik dan terjamin bersih. Suatu hari,pada saat periksa ke dokter,Habibie mengetahui jika Ainun terkena kanker ovarium stadium 4. Pada saat itu juga, Habibie segera mengajak Ainun ke Jerman untuk melakukan operasi. Habibie setia mendampingi Ainun saat di Rumah Sakit. Keadaan Ainun semakin memburuk. Setelah sudah 9 kali di operasi, dokter tidak bisa menjamin kesembuhan Ainun. Habibie masih tetap ingin Ainun di operasi,tetapi keluarga Ainun ingin operasi tersebut di hentikan. Pada tanggal 12 Mei 2010, Habibie melepaskan Ainun. Sekarang mereka berbeda alam, tetapi cinta mereka tetap murni,suci,sejati,sempurna,dan abadi.
Apa yang kita dapatkan dari film “Habibie & Ainun” yang sekarang tengah diputar di berbagai bioskop? Saya sendiri belum menonton dan tidak tertarik untuk menontonnya. Membaca resensinya saja –seperti yang sudah diposting oleh mbak Winda Maulida dan teman lainnya di Kompasiana – sudah membuat saya menangis, apalagi kalau langsung menonton filmnya. Saya tidak membayangkan akan berapa hari saya menangis. Seperti yang saya dengar dari semua teman yang pernah menyaksikan film tersebut, mereka mengaku menangis. Termasuk teman yang tidak biasa menangis. Dikisahkan Habibie dan Ainun di masa remaja menempuh pendidikan di SMP yang sama. Tahun demi tahun pun berlalu, hingga pada tahun 1962, mereka berdua bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta pada Ainun yang sudah berubah menjadi gadis cantik. Karena kecantikannya banyak pria yang menaruh hati pada Ainun. Kebanyakan yang menyukai Ainun adalah pria berpangkat dan kaya, tapi Habibie sama sekali tidak minder. Dengan percaya diri ia datang ke rumah Ainun menggunakan becak sedangkan para ‘pesaingnya’ kebanyakan bermobil. Ainun tidak silau dengan semua pangkat dan kekayaan, ia lebih memilih Habibie dan menikah dengannya. Setelah menikah, mereka pergi ke Jerman. Di sana Habibie menyelesaikan studi S3-nya dan berharap bisa kembali ke Indonesia untuk bisa membuat pesawat terbang produksi anak bangsa seperti janji yang pernah diucapkan ketika sakit. Habibie yang dihormati di Jerman, ternyata tidak dihormati di negerinya sendiri. Mimpi untuk membangun tanah air mengalami banyak hambatan. Terpaksa ia bekerja di industri Kereta Api di Jerman. Sampai tiba masanya Habibie memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpinya. Ia kembali ke Indonesia dan mulai berkarya. Habibie sukses mengembangkan teknologi di tanah air. Kesuksesan Habibie mengabdikan diri pada negara, berdampak pada keluarganya. Ia tak lagi memiliki waktu untuk keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri. Ia hanya sempat tidur satu jam setiap hari. Usai melepas jabatan sebagai Presiden RI, ia kembali ke Jerman bersama Ainun. Di Jerman mereka hidup lebih tenang dan damai. Tapi tak bertahan lama. Ainun divonis menderita kanker ovarium stadium 4, memaksanya harus dirawat di rumah sakit dan menjalankan operasi berkali-kali. Selama sakit, Habibie dengan setia merawat Ainun dan menjaganya sampai Ainun menutup mata. Sebuah perpisahan yang sangat berat bagi siapapun yang saling mencinta. Kebersamaan Yang Indah Sangat mendalam kebersamaan Habibie dengan Ainun. Rasa cinta terhadap sang istri sedemikian besar, hingga Habibie merasakan kekosongan dalam relung jiwanya. Konon, kira-kira dua pekan setelah kematian Ainun, suatu hari Habibie memakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir, sambil memanggil “Ainun… Ainun…” Ia mencari Ainun di setiap sudut rumah. Ainun adalah perempuan istimewa di mata Habibie. Ia menepati janji untuk selalu mendampingi Habibie sampai akhir hidupnya, di kala susah maupun senang. Bahkan pada detik-detik terakhir menjelang kepergiannya, ia tetap memikirkan Habibie. “Saya tidak bisa, saya tidak bisa berjanji akan menjadi istri yang sempurna untukmu. Tapi saya akan selalu mendampingimu, saya janji itu.” Itu janji Ainun ketika dilamar oleh Habibie. Dan ia membuktikannya. Episode Habibie dan Ainun adalah contoh keluarga yang mampu menjaga kebersamaan hingga akhir usia. Sudah pasti, mereka juga diterpa berbagai dinamika kehidupan layaknya pasangan lainnya. Namun Habibie dan Ainun mampu bertahan dan menjaga kebersamaan yang begitu indah. Habibie sebagai suami memiliki banyak kelemahan, sebagaimana suami lainnya. Ainun sebagai istri juga memiliki banyak kekurangan, sebagaimana istri lainnya. Namun mereka berdua mampu menjadi pasangan yang setia dan bahagia hingga akhir usia. Tidak perlu sempurna untuk menjadi pasangan yang setia dan bahagia. Semua dari kita memiliki kelemahan dan kekurangan. Tidak ada suami yang sempurna, sebagaimana tidak ada istri yang sempurna. Untuk itu, yang diperlukan adalah kedewasaan sikap dalam menjalani kehidupan keluarga. Setiap badai, setiap masalah, setiap tantangan, harus disikapi dengan penuh kehati-hatian, agar tidak menggoyahkan kekokohan keluarga. Masalah sebesar apapun akan terasa indah, apabila mampu disikapi dengan tepat dan dilewati dengan kebersamaan. Kita Hadapi Bersama Di antara kunci menikmati kebersamaan adalah pada sikap suami dan istri saat menghadapi permasalahan. “Kita hadapi bersama”, adalah kata kuncinya. Persoalan suami dan istri harus dihadapi bersama, bukan saling melempar kesalahan kepada pihak lainnya. Kadang suami merasa benar sendiri, dan menganggap istri yang salah. Kadang istri merasa selalu benar, dan suamilah yang salah. Sikap saling melempar ini tidak produktif, karena menunjukkan ketidakdewasaan sikap hidup berkeluarga. “Itu masalahmu sendiri, bukan masalahku”, ungkapan seperti ini menandakan tidak adanya kebersamaan saat menghadapi permasalahan. Bahkan seandainya masalah tersebut terkait pekerjaan di kantor, atau urusan yang menyangkut jabatan, profesi, atau posisi di tempat kerja. Suami dan istri tetap memiliki peran saling meringankan dengan berbagai cara yang bijak. Bukan intervensi dalam sisi profesional atau jabatan, tetapi intervensi dalam kaitan moral. Sebagai suami istri, yang harus saling berbagi, saling meringankan beban, saling membantu dan menjaga. Masalah apapun akan lebih ringan dihadapi, apabila suami dan istri mampu menjaga sikap “kita hadapi bersama”. Sikap ini menunjukkan kuatnya kebersamaan antara suami dan istri. “Ini masalah kita, maka mari kita hadapi bersama”. Alangkah indah sikap seperti ini. Sebuah kedewasaan dalam menjalani hidup bersama di dalam rumah tangga. Suami dan istri saling bergandengan tangan, melewati hari-hari penuh kebahagiaan, karena mereka mampu merawat kebersamaan

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Dikisahkan Habibie dan Ainun di masa remaja menempuh pendidikan di SMP yang sama. Tahun demi tahun pun berlalu, hingga pada tahun 1962, mereka berdua bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta pada Ainun yang sudah berubah menjadi gadis cantik. Karena kecantikannya banyak pria yang menaruh hati pada Ainun. Kebanyakan yang menyukai Ainun adalah pria berpangkat dan kaya, tapi Habibie sama sekali tidak minder. Dengan percaya diri ia datang ke rumah Ainun menggunakan becak sedangkan para ‘pesaingnya’ kebanyakan bermobil. Ainun tidak silau dengan semua pangkat dan kekayaan, ia lebih memilih Habibie dan menikah dengannya. Setelah menikah, mereka pergi ke Jerman. Di sana Habibie menyelesaikan studi S3-nya dan berharap bisa kembali ke Indonesia untuk bisa membuat pesawat terbang produksi anak bangsa seperti janji yang pernah diucapkan ketika sakit. Habibie yang dihormati di Jerman, ternyata tidak dihormati di negerinya sendiri. Mimpi untuk membangun tanah air mengalami banyak hambatan. Terpaksa ia bekerja di industri Kereta Api di Jerman. Sampai tiba masanya Habibie memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpinya. Ia kembali ke Indonesia dan mulai berkarya. Habibie sukses mengembangkan teknologi di tanah air. Kesuksesan Habibie mengabdikan diri pada negara, berdampak pada keluarganya. Ia tak lagi memiliki waktu untuk keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri. Ia hanya sempat tidur satu jam setiap hari. Usai melepas jabatan sebagai Presiden RI, ia kembali ke Jerman bersama Ainun. Di Jerman mereka hidup lebih tenang dan damai. Tapi tak bertahan lama. Ainun divonis menderita kanker ovarium stadium 4, memaksanya harus dirawat di rumah sakit dan menjalankan operasi berkali-kali. Selama sakit, Habibie dengan setia merawat Ainun dan menjaganya sampai Ainun menutup mata. Sebuah perpisahan yang sangat berat bagi siapapun yang saling mencinta. Kebersamaan Yang Indah Sangat mendalam kebersamaan Habibie dengan Ainun. Rasa cinta terhadap sang istri sedemikian besar, hingga Habibie merasakan kekosongan dalam relung jiwanya. Konon, kira-kira dua pekan setelah kematian Ainun, suatu hari Habibie memakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir, sambil memanggil “Ainun… Ainun…” Ia mencari Ainun di setiap sudut rumah. Ainun adalah perempuan istimewa di mata Habibie. Ia menepati janji untuk selalu mendampingi Habibie sampai akhir hidupnya, di kala susah maupun senang. Bahkan pada detik-detik terakhir menjelang kepergiannya, ia tetap memikirkan Habibie. “Saya tidak bisa, saya tidak bisa berjanji akan menjadi istri yang sempurna untukmu. Tapi saya akan selalu mendampingimu, saya janji itu.” Itu janji Ainun ketika dilamar oleh Habibie. Dan ia membuktikannya. Episode Habibie dan Ainun adalah contoh keluarga yang mampu menjaga kebersamaan hingga akhir usia. Sudah pasti, mereka juga diterpa berbagai dinamika kehidupan layaknya pasangan lainnya. Namun Habibie dan Ainun mampu bertahan dan menjaga kebersamaan yang begitu indah. Habibie sebagai suami memiliki banyak kelemahan, sebagaimana suami lainnya. Ainun sebagai istri juga memiliki banyak kekurangan, sebagaimana istri lainnya. Namun mereka berdua mampu menjadi pasangan yang setia dan bahagia hingga akhir usia. Tidak perlu sempurna untuk menjadi pasangan yang setia dan bahagia. Semua dari kita memiliki kelemahan dan kekurangan. Tidak ada suami yang sempurna, sebagaimana tidak ada istri yang sempurna. Untuk itu, yang diperlukan adalah kedewasaan sikap dalam menjalani kehidupan keluarga. Setiap badai, setiap masalah, setiap tantangan, harus disikapi dengan penuh kehati-hatian, agar tidak menggoyahkan kekokohan keluarga. Masalah sebesar apapun akan terasa indah, apabila mampu disikapi dengan tepat dan dilewati dengan kebersamaan. Kita Hadapi Bersama Di antara kunci menikmati kebersamaan adalah pada sikap suami dan istri saat menghadapi permasalahan. “Kita hadapi bersama”, adalah kata kuncinya. Persoalan suami dan istri harus dihadapi bersama, bukan saling melempar kesalahan kepada pihak lainnya. Kadang suami merasa benar sendiri, dan menganggap istri yang salah. Kadang istri merasa selalu benar, dan suamilah yang salah. Sikap saling melempar ini tidak produktif, karena menunjukkan ketidakdewasaan sikap hidup berkeluarga. “Itu masalahmu sendiri, bukan masalahku”, ungkapan seperti ini menandakan tidak adanya kebersamaan saat menghadapi permasalahan. Bahkan seandainya masalah tersebut terkait pekerjaan di kantor, atau urusan yang menyangkut jabatan, profesi, atau posisi di tempat kerja. Suami dan istri tetap memiliki peran saling meringankan dengan berbagai cara yang bijak. Bukan intervensi dalam sisi profesional atau jabatan, tetapi intervensi dalam kaitan moral. Sebagai suami istri, yang harus saling berbagi, saling meringankan beban, saling membantu dan menjaga. Masalah apapun akan lebih ringan dihadapi, apabila suami dan istri mampu menjaga sikap “kita hadapi bersama”. Sikap ini menunjukkan kuatnya kebersamaan antara suami dan istri. “Ini masalah kita, maka mari kita hadapi bersama”. Alangkah indah sikap seperti ini. Sebuah kedewasaan dalam menjalani hidup bersama di dalam rumah tangga. Suami dan istri saling bergandengan tangan, melewati hari-hari penuh kebahagiaan, karena mereka mampu merawat kebersamaan.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Dikisahkan Habibie dan Ainun di masa remaja menempuh pendidikan di SMP yang sama. Tahun demi tahun pun berlalu, hingga pada tahun 1962, mereka berdua bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta pada Ainun yang sudah berubah menjadi gadis cantik. Karena kecantikannya banyak pria yang menaruh hati pada Ainun. Kebanyakan yang menyukai Ainun adalah pria berpangkat dan kaya, tapi Habibie sama sekali tidak minder. Dengan percaya diri ia datang ke rumah Ainun menggunakan becak sedangkan para ‘pesaingnya’ kebanyakan bermobil. Ainun tidak silau dengan semua pangkat dan kekayaan, ia lebih memilih Habibie dan menikah dengannya. Setelah menikah, mereka pergi ke Jerman. Di sana Habibie menyelesaikan studi S3-nya dan berharap bisa kembali ke Indonesia untuk bisa membuat pesawat terbang produksi anak bangsa seperti janji yang pernah diucapkan ketika sakit. Habibie yang dihormati di Jerman, ternyata tidak dihormati di negerinya sendiri. Mimpi untuk membangun tanah air mengalami banyak hambatan. Terpaksa ia bekerja di industri Kereta Api di Jerman. Sampai tiba masanya Habibie memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpinya. Ia kembali ke Indonesia dan mulai berkarya. Habibie sukses mengembangkan teknologi di tanah air. Kesuksesan Habibie mengabdikan diri pada negara, berdampak pada keluarganya. Ia tak lagi memiliki waktu untuk keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri. Ia hanya sempat tidur satu jam setiap hari. Usai melepas jabatan sebagai Presiden RI, ia kembali ke Jerman bersama Ainun. Di Jerman mereka hidup lebih tenang dan damai. Tapi tak bertahan lama. Ainun divonis menderita kanker ovarium stadium 4, memaksanya harus dirawat di rumah sakit dan menjalankan operasi berkali-kali. Selama sakit, Habibie dengan setia merawat Ainun dan menjaganya sampai Ainun menutup mata. Sebuah perpisahan yang sangat berat bagi siapapun yang saling mencinta. Kebersamaan Yang Indah Sangat mendalam kebersamaan Habibie dengan Ainun. Rasa cinta terhadap sang istri sedemikian besar, hingga Habibie merasakan kekosongan dalam relung jiwanya. Konon, kira-kira dua pekan setelah kematian Ainun, suatu hari Habibie memakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir, sambil memanggil “Ainun… Ainun…” Ia mencari Ainun di setiap sudut rumah. Ainun adalah perempuan istimewa di mata Habibie. Ia menepati janji untuk selalu mendampingi Habibie sampai akhir hidupnya, di kala susah maupun senang. Bahkan pada detik-detik terakhir menjelang kepergiannya, ia tetap memikirkan Habibie. “Saya tidak bisa, saya tidak bisa berjanji akan menjadi istri yang sempurna untukmu. Tapi saya akan selalu mendampingimu, saya janji itu.” Itu janji Ainun ketika dilamar oleh Habibie. Dan ia membuktikannya. Episode Habibie dan Ainun adalah contoh keluarga yang mampu menjaga kebersamaan hingga akhir usia. Sudah pasti, mereka juga diterpa berbagai dinamika kehidupan layaknya pasangan lainnya. Namun Habibie dan Ainun mampu bertahan dan menjaga kebersamaan yang begitu indah. Habibie sebagai suami memiliki banyak kelemahan, sebagaimana suami lainnya. Ainun sebagai istri juga memiliki banyak kekurangan, sebagaimana istri lainnya. Namun mereka berdua mampu menjadi pasangan yang setia dan bahagia hingga akhir usia. Tidak perlu sempurna untuk menjadi pasangan yang setia dan bahagia. Semua dari kita memiliki kelemahan dan kekurangan. Tidak ada suami yang sempurna, sebagaimana tidak ada istri yang sempurna. Untuk itu, yang diperlukan adalah kedewasaan sikap dalam menjalani kehidupan keluarga. Setiap badai, setiap masalah, setiap tantangan, harus disikapi dengan penuh kehati-hatian, agar tidak menggoyahkan kekokohan keluarga. Masalah sebesar apapun akan terasa indah, apabila mampu disikapi dengan tepat dan dilewati dengan kebersamaan. Kita Hadapi Bersama Di antara kunci menikmati kebersamaan adalah pada sikap suami dan istri saat menghadapi permasalahan. “Kita hadapi bersama”, adalah kata kuncinya. Persoalan suami dan istri harus dihadapi bersama, bukan saling melempar kesalahan kepada pihak lainnya. Kadang suami merasa benar sendiri, dan menganggap istri yang salah. Kadang istri merasa selalu benar, dan suamilah yang salah. Sikap saling melempar ini tidak produktif, karena menunjukkan ketidakdewasaan sikap hidup berkeluarga. “Itu masalahmu sendiri, bukan masalahku”, ungkapan seperti ini menandakan tidak adanya kebersamaan saat menghadapi permasalahan. Bahkan seandainya masalah tersebut terkait pekerjaan di kantor, atau urusan yang menyangkut jabatan, profesi, atau posisi di tempat kerja. Suami dan istri tetap memiliki peran saling meringankan dengan berbagai cara yang bijak. Bukan intervensi dalam sisi profesional atau jabatan, tetapi intervensi dalam kaitan moral. Sebagai suami istri, yang harus saling berbagi, saling meringankan beban, saling membantu dan menjaga. Masalah apapun akan lebih ringan dihadapi, apabila suami dan istri mampu menjaga sikap “kita hadapi bersama”. Sikap ini menunjukkan kuatnya kebersamaan antara suami dan istri. “Ini masalah kita, maka mari kita hadapi bersama”. Alangkah indah sikap seperti ini. Sebuah kedewasaan dalam menjalani hidup bersama di dalam rumah tangga. Suami dan istri saling bergandengan tangan, melewati hari-hari penuh kebahagiaan, karena mereka mampu merawat kebersamaan.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef

Senin, 22 Agustus 2016

revisi novel rindu karya tere liye

"apalah arti memiliki"
ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami ?

apalah arti kehilangan.
ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
dan sebaliknya kehilangan banyak pula saat menemukan?

apalah arti cinta?
ketika kami menangis terluka atas persaan yang seharusnya indah?
bagaimana mungkin kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya
suci dan dan tidak menuntut apa pun ?

wahai bukan kah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan ?
dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
hingga rindu dan melupakan jarak  nya setipis benang saja.

ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan .tentang kebencian kepada
seseorang yang seharusnya di sayangi .tentang kehilangan kekasih hati .tentang cinta sejati.tentang
kemunafikan .lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.